Search Blog

Kamis, 16 Mei 2013

Masalah Akan Terus Mengikuti


Illustrasi by: google.com


Allah menciptakan manusia bukan untuk meratapi dirinya dengan segunung masalah. Menangis itu memang manusiawi tapi, ada kewajiban yang lebih besar dan lebih penting dibandingkan meratapi masalah yang kita hadapi.
Allah menciptakan manusia sebagai Khalifah atau pemimpin di bumi dan tugas khalifah itu untuk memakmurkan bumi dan itu adalah tugas yang harus kita jalani. Gimana mau jadi pemimpin jika tidak mampu memimpin diri sendiri?

Rabu, 15 Mei 2013

Sedikit sejarah Penerbitan


Illustrasi by: google.com



Keinginan untuk berkomunikasi merupakan landasan fundamental dari kondisi manusia. Industri buku adalah konsekuansi komersial dari keinginan tersebut.
Bentuk fisikal buku seperti yang kita kenal saat ini berasal dari kira-kira 1000 tahun yang lampau. Namun sebagai benda komoditi , buku baru diakui keefektifannya  sejak ditemukan mesin cetak di abad 15. Dimasa sebelumnya, yang dikualifikasikan sebagai penerbit ialah para majikan yang menyewa, memperkerjakan, bahkan memaksa para budak untuk menyalin ganda tulisan yang sebelumnya sudah dibuat oleh orang lain. hasil penggandaan ini kemudian dijual oleh sang  majikan, jadi sudah menyerupai kegiatan jual beli walaupun belum dikatakan sebagai kegiatan niaga yang sesuangguhnya.

Kebebasan Pers Indonesia dari Masa ke Masa serta Tantangan yang Dihadapi

Illustrasi by: google.com



Istilah pers berasal dari kata persen (Belanda) atau press (Inggris) yang memiliki arti menekan. Kata menekan tersebut merujuk kepada mesin cetak kuno yang harus ditekan dengan keras untuk menghasilkan karya cetak pada lembaran kertas. Oleh karena itu, istilah pers pada awalnya merujuk pada komunikasi massa berupa media cetak, terutama surat kabar dan majalah. Seiring dengan perkembangan zaman, pers tidak hanya merujuk kepada surat kabar dan majalah melainkan juga merujuk kepada televisi, radio dan juga internet.
      Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers memberikan batasan serta definisi mengenai pers, yaitu, “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, gambar, suara serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia”(pasal 1, butir 1).
 Dari sekian banyak jenis pers, surat kabar adalah media yang sudah digunakan sejak masa kolonial bahkan saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda dan masih dipakai hingga detik ini. Dapat dikatakan, surat kabar telah mengalami 9 masa perkembangan:
a.       Masa Kolonial (1744-1900)

Hemat Energi Caraku

Illustrasi by: google.com


Bumi semakin hari semakin tua selain itu persediaan energi pun kian berkurang karena telah banyak kita gunakan. Oleh karena itu, kepedulian terhadap keseimbangan bumi merupakan hal penting yang harus dilakukan bersama-sama.
Bentuk cinta terhadap bumi saya aplikasikan dengan selalu membuang sampah di tempatnya, menanam pohon di pekarangan rumah, tidak membuang barang yang masih dapat dimanfaatkan serta menghemat energi.

Tak Peduli

Illustrasi by: google.com



Tak peduli seberapa sering aku terjatuh dari pijakanku
Diriku akan segera bangkit dari jatuhku
Bahkan aku akan tetap dan terus berlari mengejarnya
Meski terkadang aku harus terpincang pincang
          Tak peduli seberapa sering aku mendapat hujat
          Ku pompa terus semangat agar aku tak berhenti melangkah
          Senyum terus tersimpul dari bibirku
          Meski terkadang hatiku menangis pilu

Cinta, Cinta dan Cinta

Illustrasi by: google.com



Cinta, satu kata beribu makna
Takkan habis cerita tentangnya
Suka dan duka, tawa serta tangis
Semuanya terukir dengan manis
          Cinta bagaikan embun yang akan menyejukkan pagimu
          Bagaikan mentari yang selalu menemani langkahmu
          Bagaikan bintang dan rembulan yang akan menerangi malammu
          Cinta akan selalu ada setiap hari untuk mengisi harimu

Siapa yang Salah?

Illustarsi by: google.com


Siapa yang salah?
Mengapa semua saling menyalahkan?
Tak ada yang mengaku salah
Semua hanya saling menyalahkan
          Semua orang saling lempar tanggung jawab

          Namun, mereka senantiasa mengejarnya