Sejatinya Ibu maupun Ayah memiliki cinta yang sama besar kepada putra-putri mereka.
Keduanya saling bekerjasama guna mendidik anak mereka menjadi seorang yang
sukses. Bukan hanya untuk sukses dalam materi, namun juga sukses mengatur emosi
dalam mengahadapi dunia luar yang terkadang pahit.
Search Blog
Senin, 16 Desember 2013
Mahasiswa vs Rokok
Illustrasi by: google.com
Merokok memang sangat berbahaya mengingat zat-zat
yang terkandung dalam rokok termasuk zat beracun bagi tubuh perokok aktif
maupun perokok pasif. Peringatan yang tercantum dalam setiap kemasan rokokpun
kurang menimbulkan efek seram kepada mereka. Sudah sekian banyak usaha yang
dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan merokok namun belum ada yang mampu
mengurangi angka perokok dengan signifikan.
Kamis, 12 Desember 2013
Melangkah Bersama Hujan
Illustrasi by: google.com
Aku terus melangkah meski berteman rintik hujan
Rintiknya seolah membasuh peluhku
Namun dinginnya takkan mampu memadamkan api semangatku
Kini tekadku sudah bulat dan takkan kutunda lagi
Rabu, 11 Desember 2013
Pancasila Sebagai Pedoman Menghadapi Globalisasi
Illustrasi by: google.com
Globalisasi
adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi
yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias. Negara Republik
Indonesia memang tergolong masih muda dalam pergaulan dunia sebagai bangsa yang
merdeka. Tetapi, perlu diingat, sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia telah
ada jauh sebelum Indonesia merdeka.
Pengertian dan Dampak Globalisasi
Illustrasi by: google.com
Globalisasi adalah suatu proses tatanan
masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada
hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian
ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik
kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh
dunia.
Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa
Illustrasi by: google.com
Setiap negara memiliki ideologi dan pandangan hidup yang berbeda satu dengan yang lainnya serta diambil dari nilai-nilai yang tumbuh, hidup dan berkembang di dalam kehidupan bangsa yang bersangkutan. Demikian halnya dengan Pancasila yang merupakan ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia digali dari tradisi dan budaya yang tumbuh, hidup, dan berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia sendiri sejak kelahirannya dan berkembangnya menjadi bangsa yang besar seperti yang dialami oleh dua kerajaan besar tempo dulu yaitu Kedaulatan Sriwijaya dan Keprabuan Majapahit.
Indonesia di Arus Globalisasi
Illustrasi by: google.com
Kini bangsa Indonesia harus hidup dan berada
di antara pusaran arus globalisasi dunia tetapi harus selalu kita sadari bahwa
bangsa dan negara Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri saat hidup di
tengah-tengah pergaulan dunia. Dalam pergaulan dunia yang kian global, bangsa
yang menutup diri dari dunia luar pasti akan tertinggal oleh kemajuan zaman dan
kemajuan bangsa-bangsa lain.
Sedikit Tentang Pertumbuhan Ekonomi
Illustrasi by: google.com
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam jangka
panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami dunia
hanya dua abad belakangan ini, dan oleh Simon Kuznets, seorang ahli ekonomi
terkemuka di Amerika Serikat yang pernah memperoleh hadiah Nobel dinyatakan
bahwa, proses pertumbuhan ekonomi tersebut dinamakannya sebagai Modern Economic
Growth.
Sedikit Tentang Hukum Pers
Illustrasi by: google.com
Hukum Pers adalah salah satu bidang kajian dari ilmu
hukum yang mempelajari tentang serangkaian kaidah atau norma atau aturan-aturan
tentang Pers.
Menurut Pasal 1 butir 1, Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Pers, yang dimaksud dengan Pers adalah
lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan
jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, megolah, dan
menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan
gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan
media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
Sedikit Tentang Cetak Digital
Illustrasi by: google.com
Cetak
digital adalah gambar yang tercetak pada
media cetak, diproses langsung dari data digital, dengan kata lain bahwa baik
desain, teks maupun gambar diproses secara elektronis melalui program DTP (desk
top publishing). Tidak seperti pada proses cetak konvensional, disini tidak
terdapat proses pra cetak dari file digital langsung ke hasil cetak. Dengan
kata lain disini memerlukan film, tidak melibatkan mesin separasi film, tidak ada
plate, tanpa menggunakan chemical, dan juga hamper tidak ada media cetak yang
terbuang.
Selasa, 10 Desember 2013
Sepi Bersama Mimpi
Illustrasi by: google.com
Sepi!
Semua perlahan pergi
Meninggalkan sekeping hati
Tak ada tempat untukku lagi
Reformasi vs Orba
Illustrasi by: google.com
Orde Baru yang berjalan selama 32 tahun telah meninggalkan berbagai
dampak baik positif maupun negatif. Berawal dari Supersemar yang diberikan oleh
Soekarno kepada Soeharto untuk menindaklanjuti G30SPKI yang dulu sempat
meresahkan bangsa Indonesia, kepemimpinan Soeharto pun dimulai.
Rezim ini dulu telah berhasil memberikan kesejahteraan bagi bangsa
Indonesia karena semua barang bahan pokok harganya sangatlah murah. Nilai tukar
rupiah juga cenderung tinggi. Namun dibalik keunggulan ekonominya, rezim ini
menyimpan berbagai kebusukan mulai dari tingginya angka KKN serta terlalu otoriternya pemerintahan orde
baru.
Reformasi di semua bidang, itu yang diteriakkan para mahasiswa
untuk menggulingkan kekuasaan Soeharto yang berjalan hampir 32 tahun. Reformasi
ini mulai diteriakkan saat terjadinya krisis moneter di tahun 1997.
Sedikit tentang KBBI
Illustrasi by: google.com
Kamus
Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa adalah kamus ekabahasa resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun
Kamus Pusat Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Kamus ini menjadi acuan tertinggi
bahasa Indonesia yang baku, karena kamus ini merupakan kamus bahasa Indonesia
terlengkap dan yang paling akurat yang pernah diterbitkan oleh penerbit yang
memiliki hak paten dari pemerintah Republik Indonesia. Hingga saat ini sejak KBBI terbit
pertama kali pada tahun 1988 sudah mengalami tiga kali revisi. Edisi terakhir
adalah edisi keempat yang cetakan pertamanya diterbitkan pada tahun 2008.
Pengertian dan Kaidah EYD
Illustrasi by: google.com
Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun
1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik. Pada 23 Mei
1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran
Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan
untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara
tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972,
berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan
Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa
Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi
Bersama (ERB). Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan
buku panduan pemakaian berjudul “Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan”.
Sejarah Bahasa Indonesia
Illustrasi by: google.com
Pada
dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada zaman Sriwijaya,
bahasa Melayu di pakai sebagai bahasa penghubung antar suku di Nusantara dan
sebagai bahasa yang di gunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam
Nusantara dan dari luar Nusantara. Perkembangan dan pertumbuhan Bahasa Melayu
tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalannya.
Yang Pasti Akan Datang
Illustrasi by: google.com
Semua yang ada di dunia ini penuh ketidakpastian
Hanya satu hal yang pasti akan terjadi, yaitu kematian
Seberapa siapkah dirimu menghadapinya?
Mata dan Hati
Illustrasi by: google.com
Mata selalu berkata dengan jujur
Ia menjadi cerminan dari rasa dalam hati
Sepandai apapun lisanmu berdusta,
Sebagus mungkin argumen kebohonganmu,
Namun ia tak dapat menyembunyikan kebanaran hati
Sekuat apapun kau pungkiri,
Ia adalah alat pendeteksi kebohongan
Tak jarang mata juga alasan kau jatuh hati
Aku bukan bercerita tentang cinta yang datang dari mata lalu turun ke hati
Tapi aku berbicara tentang mata yang membuka pintu hati
Senin, 09 Desember 2013
Pengertian Ragam Bahasa Jurnalistik
Illistrasi by: google.com
Bahasa jurnalistik menurut Prof. John hohenberg dalam kutipan Rosihan Anwar menyebutkan bahwa tujuan semua penulisan karya jurnalistik adalah menyampaikan informasi, opini, dan ide kepada para pembaca secara umum. Lalu informasi itu harus disampaikan dengan teliti, ringkas, jelas, mudah dimengerti, dan menarik. Dengan kata teliti berarti informasi yang disampaikan harus benar, akurat, dan tidak ada rekayasa berita. Dengan kata ringkas dan jelas berarti kalimat-kalimat yang digunakan tidak bertele-tele, kata-kata yang digunakan tepat secara sematik atau gramatikal. Dengan kata mudah dimengerti berarti para pembaca tidak perlu buang energi untuk mencari makna kata atau kalimat yang digunakan. Lalu dengan kata menarik berarti berita yang disampaikan disusun dalam kalimat-kalimat atau kata-kata yang menarik sehingga orang ingin membacanya.
Pengertian dan Fungsi Pers
Illustrasi by: google.com
Pers, kata itu semakin lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Pers sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu Press yang berarti menekan. Istilah menekan ini merujuk kepada mesin cetak kuno yang harus ditekan dengan keras untuk menghasilkan karya cetak pada lembaran kertas ditemukan oleh Gutenberg.
Oleh sebab itu, pada awalnya pers merupakan media komunikasi cetak
terutama surat kabar dan majalah. Sesuai dengan perkembangan zaman serta
semakin butuhnya manusia akan informasi maka hingga kini pers tidak hanya
berbentuk surat kabar maupun majalah melainkan juga berbentuk televisi, radio
bahkan internet.
Pentingnya Bahasa
Ilustrasi by: google.com
Bahasa adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas dunia ini, karena dengan bahasa orang dapat berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan sumber daya bagi kehidupan bermasyarakat. Adapun bahasa dapat digunakan apabila saling memahami atau saling mengerti erat hubungannya dengan penggunaan sumber daya bahasa yang kita miliki. Kita dapat memahami maksud dan tujuan orang lain berbahasa atau berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan. Untuk itu keseragaman berbahasa sangatlah penting, agar komunikasi berjalan dengan lancar.
Pentingnya peranan
bahasa itu antara lain bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda
1928 yang berbunyi: “Kami
poetera dan poeteri
Indonesia mendjoengjoeng bahasa persatoean, bahasa indonesia dan apada
Undang-Undang Dasar 1945 kita yang di dalamnya tecantum pasal khusus yang
menyatakan bahwa “bahasa Negara ialah bahasa Indonesia”.
Opini Dalam Surat Kabar
Illustrasi by: google.com
Surat kabar kian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini. Surat Kabar tak pernah mati meski terus berkembangnya teknologi yang menjanjikan kemudahan informasi. Mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas memiliki pilihan berbeda untuk surat kabarnya. Meski media online dan televisi kian diminati karena menghadirkan informasi terbaru disetiap jamnya namun tak dapat dipungkiri bahwa surat kabar tetap dicari.
Kebutuhan masyarakat atas surat kabar ini membuat sebuah pertanyaan,
apa perbedaan yang ditawarkan surat kabar dari media massa lainnya? Menurut
saya, perbedaan itu terletak dari rubrik opini yang ada di surat kabar. Mengapa
berbeda? Tentu saja berbeda karena pada televisi maupun media online, berita
yang disajikan adalah fakta meski ada acara di televisi yang mengemukakan opini
atas sebuah berita, tetap saja opini pada surat kabar memiliki perbedaan yang
menjadikannya unggul.
Opini yang ada di surat kabar adalah Tajuk Rencana, Artikel, Pojok dan Karikatur. Beraneka ragam
rubrik yang ada di surat kabar tentu memiliki ciri dan gayanya tersendiri
misalnya saja Pojok yang hanya ada di surat kabar Indonesia. Meski Tajuk
Rencana dan Artikel hampir sama bentuknya, namun tetap ada perbedaan di dalam
keduanya yaitu Tajuk Rencana mengatasnamakan surat kabar sedangkan Artikel
mengatasnamakan seseorang. Sedangkan Karikatur memiliki dwifungsi sebagai hiburan
dan juga kontrol sosial yang berupa kritikan.
Nasionalisme dalam Momentum Hari Kebangkitan Nasional
Illustrasi by: google.com
Pada tanggal 20 Mei lalu kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Tentu saja pada momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini kita perlu merenungi bahwa terbentuknya Budi Utomo sebagai organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia tidak terlepas dai rasa nasionalisme yang ada di dalam jiwa pendiri serta para anggotannya.
Kita tentu tidak boleh
melupakan jasa para pahlawan lainnya yang rela berkorban demi memperjuangkan
negara kita ini. Rasa nasionalisme mereka sangat tinggi sehingga apapun selalu
mereka korbankan demi sebuah kemerdekaan.
Kini telah
berselang 105 tahun berdirinya Budi Utomo, namun nampaknya rasa nasionalisme
yang ada di dalam jiwa kita masih sangat rendah. Padahal seharusnya rasa
nasionalisme haruslah dimiliki oleh seluruh masyarakat guna mempertahankan
kesatuan Indonesia.
Wujud nasionalisme saat
ini agak berbeda konteks dengan nasionalisme prakemerdekaan. Nasionalisme masa
perjuangan dulu lebih condong agar Indonesia mendapatkan kemerdekaan. Sedangkan
nasionalisme saat ini lebih condong untuk menjaga keutuhan NKRI (Negara
Kesatuan Republik Indonesia) dan bagaimana cara agar Indonesia ini tetap
merdeka serta tidak dijajah oleh bangsa lain lagi.
Malaikat yang Selalu Sabar
Beliau selalu sabar untuk
memaafkanku.
Tanpa lelah, doanya selalu mengalir untukku.
Cintanya selalu
menguatkanku di saat aku merasa rapuh.
Tanpa kupinta, restunya selalu hadir
disetiap langkahku.
Aku selalu bersyukur karena Allah SWT telah menitipkanku,
Kepada malaikat yang selalu sabar menghadapi khilafku.
Malaikat yang selalu rela kupanggil Ibu
Lupa Belajar Untuk Merdeka
Lupa untuk bersyukur
Lupa untuk berderma
Dan lupa untuk belajar
Belajar dari kesalahan
Balajar demi cita dan cinta
Belajar demi pekanya diri
Dan belajar untuk merdeka
Takut Menyambut Rindu
Takut sayap kecilku menghempasku lagi
Takut sayap rapuhku hancur dihempas angin
Takut sayap-sayapku patah, sepatah jiwaku
Aku
takut untuk terbang lagi
Takut
angin membawaku jauh tanpa tujuan
Takut
hujan mendera tubuh dan harapku
Takut
langit menahan jiwa dan hatiku
Dimensi Waktu Tanpamu
Illustrasi by: google.com
Setiap detik yang berlalu
Terasa sepi tanpa hadirmu
Dimensi waktu sungguh kejam tanpa senyummu
Membuat hatiku hampa dirundung rindu
Ketika hari-hari terus berganti
Sakit semakin menjadi jika tiada kudapati aku disisi
Kamis, 16 Mei 2013
Masalah Akan Terus Mengikuti
Illustrasi by: google.com
Allah menciptakan manusia bukan untuk meratapi dirinya dengan segunung masalah. Menangis itu memang manusiawi tapi, ada kewajiban yang lebih besar dan lebih penting dibandingkan meratapi masalah yang kita hadapi.
Allah menciptakan manusia sebagai Khalifah atau
pemimpin di bumi dan tugas khalifah itu untuk memakmurkan bumi dan itu adalah
tugas yang harus kita jalani. Gimana mau jadi pemimpin jika tidak mampu memimpin diri sendiri?
Rabu, 15 Mei 2013
Sedikit sejarah Penerbitan
Illustrasi by: google.com
Keinginan untuk berkomunikasi merupakan landasan fundamental dari kondisi manusia. Industri buku adalah konsekuansi komersial dari keinginan tersebut.
Bentuk fisikal buku seperti yang kita kenal saat ini berasal dari
kira-kira 1000 tahun yang lampau. Namun sebagai benda komoditi , buku baru
diakui keefektifannya sejak ditemukan
mesin cetak di abad 15. Dimasa sebelumnya, yang dikualifikasikan sebagai
penerbit ialah para majikan yang menyewa, memperkerjakan, bahkan memaksa para
budak untuk menyalin ganda tulisan yang sebelumnya sudah dibuat oleh orang
lain. hasil penggandaan ini kemudian dijual oleh sang majikan, jadi sudah menyerupai kegiatan jual
beli walaupun belum dikatakan sebagai kegiatan niaga yang sesuangguhnya.
Kebebasan Pers Indonesia dari Masa ke Masa serta Tantangan yang Dihadapi
Illustrasi by: google.com
Istilah pers berasal dari kata persen (Belanda) atau press (Inggris) yang memiliki arti menekan. Kata menekan tersebut merujuk kepada mesin cetak kuno yang harus ditekan dengan keras untuk menghasilkan karya cetak pada lembaran kertas. Oleh karena itu, istilah pers pada awalnya merujuk pada komunikasi massa berupa media cetak, terutama surat kabar dan majalah. Seiring dengan perkembangan zaman, pers tidak hanya merujuk kepada surat kabar dan majalah melainkan juga merujuk kepada televisi, radio dan juga internet.
Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999
tentang pers memberikan batasan serta definisi mengenai pers, yaitu, “Pers
adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan
jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan
menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, gambar, suara serta data dan
grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media
elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia”(pasal 1, butir 1).
Dari
sekian banyak jenis pers, surat kabar adalah media yang sudah digunakan sejak
masa kolonial bahkan saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda dan masih
dipakai hingga detik ini. Dapat dikatakan, surat kabar telah mengalami 9 masa
perkembangan:
a.
Masa Kolonial (1744-1900)
Hemat Energi Caraku
Illustrasi by: google.com
Bumi semakin hari semakin tua selain itu persediaan energi pun kian berkurang karena telah banyak kita gunakan. Oleh karena itu, kepedulian terhadap keseimbangan bumi merupakan hal penting yang harus dilakukan bersama-sama.
Bentuk cinta terhadap bumi saya aplikasikan dengan selalu membuang
sampah di tempatnya, menanam pohon di pekarangan rumah, tidak membuang barang
yang masih dapat dimanfaatkan serta menghemat energi.
Tak Peduli
Illustrasi by: google.com
Tak peduli seberapa sering aku terjatuh dari pijakanku
Diriku akan segera bangkit dari jatuhku
Bahkan aku akan tetap dan terus berlari mengejarnya
Meski terkadang aku harus terpincang pincang
Tak peduli seberapa sering aku mendapat hujat
Ku pompa terus semangat agar aku tak berhenti melangkah
Senyum terus tersimpul dari bibirku
Meski terkadang hatiku menangis pilu
Cinta, Cinta dan Cinta
Illustrasi by: google.com
Cinta, satu kata beribu makna
Takkan habis cerita tentangnya
Suka dan duka, tawa serta tangis
Semuanya terukir dengan manis
Cinta bagaikan embun yang akan menyejukkan pagimu
Bagaikan mentari yang selalu menemani langkahmu
Bagaikan bintang dan rembulan yang akan menerangi malammu
Cinta akan selalu ada setiap hari untuk mengisi harimu
Siapa yang Salah?
Illustarsi by: google.com
Siapa yang salah?
Mengapa semua saling menyalahkan?
Tak ada yang mengaku salah
Semua hanya saling menyalahkan
Semua orang saling lempar tanggung jawab
Namun, mereka senantiasa mengejarnya
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)