Illustrasi by: google.com
Kini bangsa Indonesia harus hidup dan berada
di antara pusaran arus globalisasi dunia tetapi harus selalu kita sadari bahwa
bangsa dan negara Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri saat hidup di
tengah-tengah pergaulan dunia. Dalam pergaulan dunia yang kian global, bangsa
yang menutup diri dari dunia luar pasti akan tertinggal oleh kemajuan zaman dan
kemajuan bangsa-bangsa lain.
Maka konsep pembangunan modern harus membuat
bangsa dan rakyat Indonesia membuka diri dalam upaya untuk menyerap masuknya ilmu
pengetahuan, teknologi, keterampilan dan nilai-nilai sosial politik yang
berasal dari kebudayaan bangsa lain. Rakyat Indonesia kini seakan-akan tidak
mengenal dirinya sendiri sehingga budaya atau nilai-nilai dari luar baik yang
sesuai maupun yang tidak sesuai terserap semuanya.
Nilai-nilai luhur bangsa yang telah tertanam
sejak lama diabaikan, misalnya sistem demokrasi yang berkembang di tanah air
sudah mengarah kepada paham liberalisme. Padahal, negara Indonesia menganut
paham demokrasi pancasila yang berasaskan gotong-royong, kekeluargaan,
musyawarah dan mufakat. Dalam kondisi yang seperti ini pancasila sebagai dasar
negara dan pandangan hidup memegang peranan penting. Pancasila akan menilai
sesuatu yang dapat diserap untuk disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai baru yang berkembang nantinya akan tetap berada pada
kepribadian bangsa Indonesia. Setiap negara di dunia sangat memerlukan
pandangan hidup agar mampu berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas arah serta
tujuan yang akan dicapai.
Dengan menjadikan pancasila sebagai
pedoman dalam menghadapi globalisasi bangsa Indonesia akan tetap bisa menjaga
eksistensi dan jati diri bangsa Indonesia. Adanya pendidikan pancasila saya harap
para pemuda penerus bangsa ini tidak akan terlalu terpengaruh dengan budaya
luar yang akan mempengaruhi budaya di Indonesia yang telah turun termurun di
wariskan oleh pendahulu kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar